Text

Mar 27, 2012
@ 11:37 am
Permalink

Kenapa harus ‘mengapa’?

RT @rumah_inspirasi: Mengobrol dg anak dan terbiasa bertanya “menurutmu mengapa begitu?” sangat penting melatih berfikir anak. #twitedu

Kalimat di atas yg memicu saya menulis hal ini. Melatih anak berpikir dan menganalisa dengan mengajukan pertanyaan seperti “menurutmu mengapa begitu”? atau “apa alasannya?”.

Hal ini mengingatkan saya pada anak-anak didik saya di sekolah. Mereka cenderung menghindari pertanyaan dan tak berani menjawab pertanyaan yg saya berikan di kelas, yang tak lain disebabkan karena pertanyaan saya beranak! Ya, beranak! Kita tentu tak asing dengan pertanyaan yang meminta kita menyebutkan lalu memberikan penjelasan, bukan? Jenis pertanyaan yg sering digunakan. Itu dia pertanyaan beranak saya, yang selalu diikuti ‘kenapa begitu?’.

Ketika anak menghindari pertanyaan karena takut ditanyakan alasannya, jelaslah bahwa mereka belum paham penuh mengenai suatu materi, baru sampai pada tahap tahu…dan itu tak cukup! Hanya ketika ia mampu memberikan alasanlah kita dapat mengukur seberapa dalam pemahamannya terhadap suatu materi, sehingga siswa tak akan ‘asbun’ saat menjawab pertanyaan. Mereka belajar mempertanggungjawabkan jawaban dan pemikiran yang mereka anggap benar! Sekalipun akhirnya jawaban dan alasan yang mereka salah, pengajar dapat memberikan pengertian dan pemahaman sehingga mereka tak merasa ‘disalahkan’.

Teringat ketika dulu di sekolah, bisa menjawab pertanyaan guru adalah kebanggaan banyak siswa (termasuk saya). Dan ketika ternyata ada yg sampai ‘mencuri’ jawaban temannya demi bisa menjawab pertanyaan guru yg jarang diikuti ‘kenapa’..semua hanya berhenti di sana. Tak ada keinginan lagi untuk memahami, poin guru toh hanya pada bisa menjawab. Dan hal seperti ini, tak boleh ada lagi di pikiran siswa manapun. Itulah kenapa harus ada mengapa! :-)

270312


Photo

Mar 20, 2012
@ 5:37 am
Permalink

1,531 notes

like father like son…so cute XD

like father like son…so cute XD

(Source: rechi, via zarryhendrik)


Text

Mar 20, 2012
@ 5:34 am
Permalink

11 notes

Anonymous asked: <p>Zar, apa salah mempertahankan seseorang yang tidak ingin dipertahankan? yang tidak ingin mempertahankan meski semestinya ia harus?</p>

Aku tidak suka mengatakan kau salah atau kau benar. Aku lebih suka mengatakan kau cantik dan itu benar. Hehehe..

Masalah demi masalah adalah apa yang akan selalu kita hadapi selama kita hidup. Bagaimana orang ingin meniadakan masalah dalam hidupnya, sementara bagaimana mungkin ada laut yang tanpa ombak? Mungkin ini salah satu masalahmu, mempertahankan yang tidak ingin dipertahankan.

Semua tergantung keadaan, Cantik. Sebelum kau memutuskan untuk bertahan, tentu kau harus tahu seperti apa posisimu. Dalam keadaan  ini, kau harus tahu apakah posisimu sudah cukup kuat untuk mempertahankan seseorang?

Jika ia tidak mau dipertahankan, maka tentu ada sebabnya. Sama halnya jika kau ingin mempertahankannya, tentu juga ada sebabnya. Permasalahannya, alasan mana yang lebih kuat. Jika cinta mau kau gunakan sebagai alasan untuk bertahan, semoga itu bukan alasan untuk kau melakukan sesuatu yang dilarang Tuhan. Karena cinta ialah sesuatu yang dari Tuhan, yang seharusnya tidak kau pakai untuk melawan-Nya. Namun jika cinta membutuhkan alasan, itu hanya sama dengan jawaban yang membutuhkan pertanyaan. Mungkin alasannya untuk tidak mau dipertahankan adalah karena kepadamu cinta sudah dapat dirasakan lagi.

Doa adalah pertahananku, caraku mengundang tentara-tentara Tuhan.

Cinta adalah jawaban yang membutuhkan pertanyaan. Bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban.

Orang bodoh adalah orang yang bertahan di dalam rumah saat rumahnya terbakar. Orang bodoh juga adalah orang yang tidak mau bertahan di rumah saat di luar banyak berkeliaran para pemangsa.


Link

Feb 26, 2012
@ 1:50 pm
Permalink

17 notes

Positively Persistent Teach: Tumblr teacher runners... »

thinkbrit:

I have a question for you.

I hate running. I hate it so. I want to like it, I think, maybe, but I really hate it. And I think maybe I want to start running. Even though I hate it. (Yes, I know this seems odd, but you probably understand exactly what I mean.)

Running just seems…


Text

Feb 25, 2012
@ 10:10 am
Permalink

repost…

Mario Teguh
Engkau yang merindukan belahan jiwamu,
Kualitas yang terpenting bukan pada orang
yang kau harapkan menjadi belahan
jiwamu,
tapi padamu yang akan jatuh cinta
kepadanya.
Jika engkau tidak membeningkan hati,
menjernihkan pikiran,
dan tidak mengindahkan perilakumu;
engkau akan mudah jatuh cinta
kepada pribadi yang akan
mengecewakanmu.
Belahan jiwamu hanya seindah jiwamu.
Mario Teguh - Loving you all as always


Text

Feb 22, 2012
@ 8:02 am
Permalink

insyaallah ciri2 calon imamku…:-)

Teks ini diambil dari halaman fb beliau..semoga bermanfaat.
( K. H. Muhammad Arifin Ilham)
Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa
barkaatuhu, duhai sahabatku wanita
sholehah inginkan kalian mengenal COWOK
SOLEH? Insya ALLAH inilah diantara Tanda
tanda cowok sholeh, Terlihat selalu
istiqomah beribadah, sholat tepat waktu,
senang berjamaah dimesjid, bagus bacaan
Alqur’annya, wajahnya yang nyaman ditatap
karena terbiasanya “dawaamul wudhu”
menjaga wudhu, rendah hati, perhatian,
dermawan, bicaranya santun dengan
kalimat pilihan, tidak menatap bukan
mahramnya, lebih banyak menunduk saat
bicara, rapi bersih & wangi, punya kharisma
karena ketegasannya, “waro” sangat taat
dan dia tidak akan mnyentuhmu hai wanita
kecuali setelah halal, SubhanALLAH,
“semoga kalian wanita sholehah
diperkenankan ALLAH meraih cowok sholeh
ini…aamiin”.


Text

Jan 21, 2012
@ 9:04 pm
Permalink

Lama tak dengar kabarmu, teman

Teman, ya kamu masih temanku kan? Meski tak terhitung hari yg kita lalui tanpa bertegur sapa, bertukar kabar. Bagaimana kabarmu? Baikkah? Ataukah mungkin kamu tengah dirundung masalah? Ya, walaupun timeline-mu selalu ku cek tiap hari, aku tak tahu kondisimu, kamu kan jarang bermain twitter sekarang. Bagaimanapun, kuharap kamu tetap sehat dan ceria, seperti yg dulu selalu menghiburku, bercanda denganku.

Hei, tak rindukah kamu pada masa-masa itu? Dulu kita biasa cerita apa saja, kapan saja. Aku masih ingat curhatku di tengah malam itu, dan kamu yg pastinya telah mengantuk, tetap sabar mendengarkanku. Terima kasih teman.

Terkadang ketika kupikir, hubungan pertemanan kita agak tidak seimbang. Biasanya selalu aku yg minta dimengerti, minta dinasehati, minta didengarkan. Hanya sesekali kamu meminta didengarkan, itupun akhirnya aku lagi yang mengisi obrolan. Kamu teramat baik teman, untuk seorang yang egois sepertiku.

Hei, mungkinkah itu yang membuatmu jauh sekarang? Pastinya lelah menghadapi keegoisanku! Tapi kan kita teman? hmmm…

Pagi ini, aku rindu kamu..jadi kutanyakan saja kabarmu. Semoga tak terlewatkan mentionku untukmu di timeline twittermu. Segera kabari aku, teman.
Tertanda,
Teman mayamu di fb dan twitter


Link

Jan 21, 2012
@ 3:52 am
Permalink

75 notes

SADGENIC: Drama Semalam »

sadgenic:

Kepada Zarry, penuntun kata kata yang menetas di jari.


“Hai”

Ingat saat pertama aku mengucap kata ini dari suaraku dan didesingkan langsung ke telingamu? Ah, semoga ingat, kamu kan pelupa yang sulit dilupakan. Sebelumnya aku ingin merunut, awal mula kita berjumpa dan dipertemukan…


Text

Dec 27, 2011
@ 1:48 pm
Permalink

Berlapang hati untuk yg datang dan yg pergi. Semua punya kisahnya. Terkadang manis, kadang pahit. Tapi satu harapan yg terenggut tak layak menghakimi semua.

Berdamailah hati dengan kenangan. Usah terlalu erat kau genggam. Bayangnya pun tlah lama hilang, kenapa sakit masih kau simpan?

Nantikan ia yg benar. Yang akan menjadi imam. Agar tenang hatimu bersamanya. Selama waktu yg tlah ditentukan sang kuasa. Di sini dan di akhirnya.


Text

Dec 27, 2011
@ 12:06 pm
Permalink

Aku ikut kehendak Tuhan ku saja. Tiada kuasa sedikitpun padaku. Tidakpun pantas hasratku yg meraja. Inilah aku, seadanya.